Dosen dan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah UIN Syekh Wasil Kediri Perkuat Wawasan ESG melalui Seminar Internasional Pasar Modal Syariah dan Ekonomi Berkelanjutan
Dosen dan Mahasiswa Program
Studi Ekonomi Syariah UIN Syekh Wasil Kediri Perkuat Wawasan ESG melalui
Seminar Internasional Pasar Modal Syariah dan Ekonomi Berkelanjutan
Penguatan ekonomi berkelanjutan dengan intregasi ESG berbasis Islam menguatkan isu kontemporer. Hal ini menjadi perhatian yang tidak terpisahkan atas komitemen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar Internasional oleh APSESI (Asosiasi Program Studi dan Jurusan Ekonomi Syariah Indonesia) dan Konsorsium Program Studi Ekonomi Syariah dengan tema “Sharia Stock and Sustainable Economy in the Integration of ESG (Environmental, Social, Governance) Principles” pada Kamis, 26 Februari 2026, Pukul 08.15-12.00 WIB yang dilakukan melalui media Zoom Meeting
Fokus seminar internasional ini
mengkaji isu isu berkelanjutan dengan mengintegrasikan nilai Environmetal,
Social and Governance (ESG) dalam investasi pada modal syariah dan permasalahan
isu SDGs. Seminar Internasional ini relevan sebagai respon berbagai isu dan
tantangan berkelanjutan yang membekali pemahaman secara teoritis termasuk dalam
penerapan instrumen investasi di lapangan yang tidak sekedar mencapai
pertumbuhan keuntungan tetapi juga dampak atas kerusakan lingkungan secara
beretika, inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi ruang
terbuka dalam memperluas dan menguatkan wawasan akademik dan praktik baik dari
kalangan mahasiwa maupun dosen dari berbagai Universitas Islam. Partisipasi
peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi UIN/IAIN/STAIN serta institusi
lainnya termasuk Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Dalam seminar ini turut terlibat partisipasi aktif beberapa Mahasiswa Program
Studi Ekonomi Syariah UIN Syekh Wasil Kediri diantaranya M. Nanang Febrianto,
Lisa Yuni Lestari, Hardiansyah, Hania.
Seminar Internasional ini dipandu
oleh MC, Sekretaris Umum APSESI, Ilham Putra Usmayani, S.E., M.E yang juga selaku
Sekertaris APSESI/Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Ternate. Moderator oleh Dr. H.
Syaeful Bakhri, S.E., M.Si, Sekretaris Jurusan Ekonomi Syariah UIN Siber Syekh
Nurjati Cirebon yang juga Ketua APSESI bidang Sarjana Ekonomi Syariah. Seminar
internasional ini dibuka oleh Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si, sebagai keynote
speech selaku Ketua Umum APSESI sekaligus Koordinator Program Studi S2
Ekonomi Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dalam pemaparannya,
beliau menegaskan bahwa integrasi prinsip ESG dalam saham syariah bukan hanya
tuntutan global, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai maqashid syariah yang
mengedepankan kemaslahatan dan keberlanjutan.
<!--[if gte vml 1]><!--[endif]-->
Sedangkan narasumber yang
terlibat pada seminar internasional ini, berikut:
<!--[if !supportLists]-->1.
<!--[endif]-->Dr. Mohammad Yazid Isa –
Manager Social Takaful Fund Islamic Business School Universiti Utara Malaysia,
beliau memaparkan terkait Integrasi saham syariah dan ESG memperkuat investasi
etis dengan menggabungkan kepatuhan berbasis keyakinan dengan keberlanjutan dan
pengukuran dampak, menjadikan keuangan Islam lebih relevan dengan tren
investasi bertanggung jawab global.
<!--[if gte vml 1]><!--[endif]-->
<!--[if !supportLists]-->2.
<!--[endif]-->Pasial Rahmat, M.E –
Pembina KSPM dan Galeri Investasi STAIN Mandailing Natal (Madina) beliau
memaparkan terkait pasar modal syariah isu dampak lingkungan sosial dan tata
kelola serta instrumen investasi syariah berbasis ESG yang berkontribusi dalam
mengatasi tantangan kontemporer merekomendasikan instrumen sukuk hijau,
reksadana syariah ESG hingga wakaf berkelanjutan.
<!--[if gte vml 1]><!--[endif]-->
<!--[if !supportLists]-->3.
<!--[endif]-->Laili Ma’muroh, S.E., Ak –
Branch Manager PT. Trimegah Sekuritas Indonesia menjelaskan terkait dengan
manfaat investasi untuk tujuan #LifeGoals dan #FinancialGoal, investasi sebagai
strategi melawan inflasi serta pengenalan instrumen investasi
<!--[if gte vml 1]><!--[endif]-->
<!--[if !supportLists]-->4.
<!--[endif]-->Prof. Dr. Muhammad M. Said,
M.Ag., CIRR – Senior Researcher pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, beliau menjelaskan terkait isu isu kemiskinan, lingkungan
dan aksi iklim melalui pengembangan dan sinergi microfinancing syariah dan
ecotecnologi berbasis agroforestry, pengetasan kemiskinan dan transformasi desa
pinggiran yang berkontribusi dalam capaian SDGs.
<!--[if gte vml 1]><!--[endif]-->
<!--[if !supportLists]-->5.
<!--[endif]-->Dr. Yetti Afrida Indra,
M.Ak – Direktur Galeri Investasi Syariah BEI UIN FAS Bengkulu, menjelaskan
bahwa sinergi saham syariah dan ESG mendorong etika bisnis, tanggung jawab
sosial, serta meningkatkan kinerja lingkungan yang berkontribusi dalam
pembangunan skala global.
<!--[if gte vml 1]><!--[endif]-->
Diakhir sesi kegiatan seminar internasional
dilanjutkan dengan sesi tanya jawab peserta baik dari kalangan mahasiswa dan
dosen dengan pemateri yang telah mengisi acara. Salah satunya mahasiswa
Magister Ekonomi Syariah UIN SATU Tulungagung yang turut aktif meramaikan sesi
acara yaitu M. Nanang Febrianto dengan pertanyaan yang ditunjukkan kepada
pemateri Laili Ma’muroh, S.E., Ak – Branch Manager PT. Trimegah Sekuritas
Indonesia dengan pertanyaan “Mengapa reksadana pendapatan tetap haji syariah
memiliki imbalan lebih tinggi dibandingkan investasi lainnya, mengapa reksadana
dana haji menjadi salah satu instrumen untuk melakukan investasi dan alokasinya
apakah ditunjukkan untuk infrastruktur haji ataukah dapat dialokasikan untuk
sektor diluar haji dan apa kelebihannya selain dari sisi inbal hasil yang
tinggi?” Jawaban “reksadana pendapatan tetap haji syariah sebagai salah satu
produk yang tidak teraplikasi dengan dana haji tetapi sebagai reksadana yang
bersifat filantropi diana manajemen investasinya menyisihkan sekitar 10 persen
dari nilai investasinya untuk mengumrohkan atau menaikhajikan marbot masjid,
ataupu orang tidak mampu dengan kata lain mengorbankan manajemen feenya untuk
marbot masjid dan orang tidak mampu melalui screening yag sudah ditetapkan.
Sedangkan alasan imbal hasil yang tinggi mencapai 10-11 persen dikarenakan
didalamnya terdapat sukuk yang diterbitkan oleh korporasi dengan kupon 8-10
persen yang dikelola oleh manajemen investasi”.
Sehingga hadirnya seminar internasional ini secara lanjut menggali lebih dalam potensi pasar modal dan ekonomi Islam melalui instrumen instrumen inevstasi dan pembiayaan syariah yang tidak hanya selaras dengan prinsip ESG, tetapi juga sinergi dengan maqashid syariah yang dapat memperkuat posisi ekonomi syariah dalam mewujudkan kesejahteraan dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Integrasi ESG memastikan aspek investasi dan pembiayaan berdampak nyata bukan sekedar orientasi pada aspek keuantungan tetapi juga tujuan pembagunan berkelanjutan seperti reksadana syariah melalui produk reksadana pendapatan tetap haji syariah berkontribusi pada aspek filantropi dan sosial, micfrofinance dan ecoteknologi berbasis agroforestry sebagai program pengetasan kemiskinan, transoformasi pedesaan dan ketahanan pangan.
<!--[if gte vml 1]><!--[endif]-->

