FEBI UIN Syekh Wasil Kediri Sukses Selenggarakan AICIEBP 2025, Dorong Keuangan Global Berbasis ESG
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Syekh Wasil Kediri sukses menyelenggarakan The 4th
Annual International Conference on Islamic Economics, Business, and
Philanthropy (AICIEBP) 2025 pada Rabu, 12 November 2025, bertempat di Home
Theatre Lantai 4 Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri. Kegiatan ini dihadiri
oleh akademisi (UIN SATU Tulung Agung, UIN Malik Ibrahim Kediri, UNP Kediri,
Machung University Malang, STAIBA Kediri, Poltek Kediri dll), peneliti,
praktisi (Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Bank BCA Syaraiah
dll), serta mahasiswa dari berbagai institusi nasional dan internasional.
Selain itu juga dihadiri oleh stakeholder diantaranya dari UMKM dan juga LAZ
Konferensi
internasional ini mengusung tema “Development of a Global Financial Sector with
an Environmental, Social, and Governance Perspective for Sustainable”, sebagai
respons atas tantangan pembangunan sektor keuangan global yang menuntut
keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan
sosial.
Rektor UIN Syekh
Wasil Kediri, Prof. Dr. H. Wachidul Anam, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan
pentingnya sinergi lintas sektor dalam penguatan ekonomi Islam global. “Pengembangan
sektor keuangan berbasis ESG sejalan dengan maqashid syariah, karena
menempatkan keberlanjutan, keadilan, dan kemaslahatan sebagai tujuan utama
pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Kepala Bappeda
Bidang Perekonomian Kabupaten Kediri, Sony Subroto, yang hadir sebagai
perwakilan Bupati Kediri, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik
penyelenggaraan AICIEBP 2025 sebagai forum strategis penguatan kebijakan
pembangunan ekonomi daerah. “Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan
tinggi, dan pelaku industri sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Prinsip ESG dan ekonomi syariah dapat
menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah Kabupaten
Kediri,” ungkapnya.
Ia menambahkan
bahwa hasil diskusi dan rekomendasi akademik dari konferensi internasional ini
diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah. “Kami
berharap gagasan dan hasil riset yang disampaikan dalam forum ini tidak
berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat diimplementasikan dalam kebijakan
nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya
Konferensi ini dibagi menjadi dua sesi,
Sesi pertama menghadirkan
Assoc. Prof. Dr. Rose Ruziana Binti Samad dari KPJ Healthcare University,
Malaysia, dan Moh. Musyafa, S.T., ME dari Ketua MES Korea Selatan, mereka menekankan
pentingnya integrasi nilai etika dan keberlanjutan dalam sektor keuangan. “Islamic
finance memiliki fondasi moral yang kuat untuk menjawab tantangan krisis
lingkungan dan sosial global,” tuturnya.
Sementara itu di
sesi kedua menghadirkan Imazgee Togie Hadad, SP., ME., CQIF dari PT Bank
Muamalat Indonesia, Kuala Lumpur Branch dan Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec
dari IPB University menyoroti peran keuangan Islam dalam memperkuat inklusi
keuangan. “Keuangan syariah harus hadir sebagai solusi nyata bagi
pengurangan ketimpangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain sesi
pleno, AICIEBP 2025 juga diisi dengan presentasi paper ilmiah yang diikuti oleh
lebih dari 60 peserta dari kampus di Jawa Timur maupun luar Jawa Timur, baik
online maupun offline. Dalam presentasi papert ini membahas berbagai isu
strategis, mulai dari ecotheology of finance, green and sustainable finance,
integrasi ESG dalam sektor keuangan, hingga kebijakan global dan industri
halal. Seluruh paper terpilih akan dipublikasikan dalam prosiding konferensi
ber-eISSN, serta sejumlah paper terbaik direkomendasikan untuk diterbitkan pada
jurnal ilmiah afiliasi konferensi.
Selain sesi
pleno dan presentasi paper ilmiah, dalam rangkaian kegiatan ini juga dilakukan
diskusi dengan dosen dan pakar (Bank Muamalat Indonesia, Kuala Lumpur Branch),
Dimana diskusi dihadiri oleh Dr. Hj. Sulistyowati selaku kaprodi perbankan
syariah, Dr. Binti Mutafarida sekprodi perbankan syariah, Dr. Yuliani ketua Lab
Tax Center, Dr. Moh. Wildan Fawa’id, Adin Fadhilah, M.ESy dll. Dalam diskusi
ini mengambil topik “Strengthening Islamic Financial Institutions through
ESG Principles for Sustainable Economic Development”
Selain itu
terdapat juga rangkaian acara visiting class oleh Assoc. Prof. Dr. Rose Ruziana
Binti Samad dan Dr. Atika dari KPJ Healthcare University, Malaysia, dalam
rangkaian ini dihadriri oleh kurang lebih 40 mahasiswa dengan mengambil tema “Integrating
ESG-Based Financial Governance into the Global Islamic Finance Ecosystem”
Melalui
penyelenggaraan AICIEBP 2025, FEBI UIN Syekh Wasil Kediri berharap konferensi
ini dapat memperkuat jejaring akademik internasional serta memberikan
kontribusi nyata dalam pengembangan sektor keuangan Islam yang berkelanjutan
dan berkeadilan.
adminFEBI
