Studium Generale 2026 Perbankan Syariah FEBI UIN Syekh Wasil Kediri Angkat Tema Konstruksi Ekoteologi Lembaga Keuangan Syariah
Kediri - Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Syekh Wasil Kediri menyelenggarakan Studium Generale 2026 pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Konstruksi Ekoteologi Lembaga Keuangan Syariah” sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai integrasi nilai-nilai keislaman, transformasi digital, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pengembangan industri keuangan syariah. Kegiatan ini diwajibkan bagi mahasiswa semester 1 Program Studi Perbankan Syariah, sementara mahasiswa semester lainnya juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pemahaman akademik sekaligus memperoleh wawasan praktis mengenai perkembangan dan tantangan industri keuangan syariah di era digital yang semakin menuntut penerapan prinsip keberlanjutan.

Studium Generale
2026 menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di
bidang praktik bisnis dan keuangan syariah. Narasumber pertama, Bapak Roni
Frakta Fidianto, Kepala Cabang Gudang Garam Kediri, menyampaikan materi
berjudul “Konstruksi Ekoteologi dalam Arsitektur Perbankan Syariah Digital:
Mewujudkan ESG.” Materi ini membahas relevansi nilai-nilai ekoteologi dalam
pengembangan arsitektur perbankan syariah digital serta keterkaitannya dengan
prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pembahasan tersebut
memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai pentingnya pemanfaatan
teknologi digital untuk mendukung tata kelola yang bertanggung jawab,
kepedulian terhadap lingkungan, dan komitmen sosial dalam industri keuangan. Narasumber
kedua, Bapak Sulistyowahono, Manajer BMT Lantashir Kediri, menyampaikan materi
berjudul “Layanan Digital BMT dalam Mewujudkan Ekoteologi Lembaga Keuangan
Syariah (LKS).” Dalam materi ini, mahasiswa diajak memahami peran layanan
digital Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dalam mendukung pengembangan lembaga
keuangan syariah yang berorientasi pada nilai-nilai Islam, kemaslahatan
masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan. Digitalisasi layanan BMT juga
menjadi bahasan penting dalam melihat peluang peningkatan efisiensi pelayanan,
perluasan akses keuangan, dan penguatan kontribusi lembaga keuangan mikro
syariah terhadap pembangunan yang berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat dari berlangsungnya diskusi interaktif antara narasumber dan mahasiswa. Sesi tanya jawab berjalan dinamis, ditandai dengan banyaknya mahasiswa yang mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan terkait materi yang disampaikan. Partisipasi aktif tersebut menunjukkan ketertarikan mahasiswa dalam memahami hubungan antara transformasi digital, penerapan ESG, dan nilai-nilai ekoteologi dalam praktik lembaga keuangan syariah. Melalui kegiatan Studium Generale 2026, Program Studi Perbankan Syariah FEBI UIN Syekh Wasil Kediri berharap mahasiswa mampu memahami bahwa pengembangan industri keuangan syariah tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga perlu memperhatikan tanggung jawab sosial, tata kelola yang baik, serta kelestarian lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan praktik industri, sehingga mahasiswa memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam menghadapi transformasi industri keuangan syariah di era digital. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Perbankan Syariah terus berupaya membekali mahasiswa dengan pengetahuan, wawasan kritis, dan kesadaran akan pentingnya membangun lembaga keuangan syariah yang inovatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
red: FEBI Media
